Ancaman Penjara Perokok dan Mendengarkan Musik Saat Berkendara

Posted on

Beberapa waktu lalu warganet dihebohkan dengan pernyataan  bahwa menyetir sambil  merokok dan dengarkan musik bisa terancam penjara. Polda Metro Jaya mengeluarkan larangan dan tak segan-segan menindak para pengemudi yang melanggar, baik pengemudi motor atau mobil.

Tidak tanggung-tanggung menurut AKBP Budiyanto, Kasubdit BinGakkum Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya, menyatakan akan memberi sanksi pagi pengemudi yang melanggar dengan denda Rp. 750 ribu atau kurungan maksimal tiga bulan.

“Pengendara tersebut bisa dikenakan pasal 106 UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” kata Budiyanto dalam penjelasannya di akun Instagram resmi @polantasindonesia, ditulis Kamis (1/3/2018).

Ada pun alasan dikeluarkannya larangan tersebut, karena mengurangi konsentrasi saat mengemudi. Resikonya tentu dapat membahayakan diri si pengemudi dan pengguna jalan disekitarnya.

“Sudah kronis, banyak pengendara Indonesia yang melanggar peraturan ketika di jalan raya dan itu dianggap biasa. Salah satu kebiasaan buruk yang kerap ditemui yakni merokok sambil berkendara, entah mobil atau motor,” demikian tulis akun @polantasindonesia.

Pasal 106 ayat 1 menyebutkan bahwa ” setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraan dengan wajar dan penuh konsentrasi”. Pengemudi juga harus pandai melihat situasi di luar sana yang menjadi potensi bahaya dan selalu fokus pada mengemudi mobil atau motor yang dikemudikannya.

“Penuh konsentrasi adalah penuh perhatian dalam arti tidak boleh melakukan kegiatan atau dipengaruhi oleh situasi yang dapat menurunkan tingkat konsentrasi. Misalnya capai, lelah, ngantuk, gunakan handphone, terpengaruh alkohol, narkotika dan lain-lain,” jelas Budiman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.